“Tawaran ini sedang dipertimbangkan secara hati-hati, karena kami tidak ingin menduplikasi atau mengkompromikan perjanjian yang sudah ada, dengan mitra keamanan tradisional kami, Australia dan Amerika Serikat,” kata Menteri Justin Tkatchenko.
“Ini tidak akan menjadi akhir dunia jika kita tidak mencapai kesepahaman atau kesepakatan dengan China,” lanjutnya.
Perdana Menteri Papua Nugini dijadwalkan mengunjungi Australia dan berpidato di parlemen pada 8 Februari.
Australia sejauh ini merupakan donor terbesar bagi Papua Nugini, namun perusahaan-perusahaan China telah membuat terobosan yang kuat dalam memasuki pasar di negara miskin namun kaya akan sumber daya tersebut. [Red]#VOA








