Dalam operasi pasar tersebut, Diskoperindag menyediakan beragam kebutuhan pokok, antara lain 50 paket cabai, 50 paket telur, 50 paket daging ayam, 2 ton beras, serta 60 dus minyak goreng. Minyak goreng dijual Rp15 ribu per liter, mendekati harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700.
Anang menegaskan, ketersediaan minyak goreng di Lamongan relatif aman berkat pasokan dari Perum Bulog. “Pedagang dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) bisa memperoleh pasokan sesuai harga standar. Jika ada penjualan di atas HET, tentu akan ditindak sesuai aturan,” jelasnya.








