MAKASSAR | DN – Cuaca panas yang melanda Sulawesi Selatan belakangan ini bukan sekadar perasaan. Fenomena Super El Nino diprediksi kembali memengaruhi pola iklim global, membuat musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan ekstrem.
Guru Besar Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof Nurlina, menjelaskan bahwa Super El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak luas terhadap cuaca dunia.
“Pemanasan ini mengubah sirkulasi atmosfer dan mengurangi pembentukan awan, sehingga suhu udara meningkat dan kelembapan menurun,” jelasnya, Senin (20/4/2026).
Dampaknya, curah hujan menurun drastis, pasokan air berkurang, dan risiko kekeringan meningkat. Sektor pertanian menjadi yang paling rentan, dengan potensi gagal panen di sejumlah daerah.








