Paradoks IDM vs Realitas
Indeks menampilkan desa sebagai maju, tetapi masyarakat masih jauh dari sejahtera. Terjadi performance paradox: capaian indeks tinggi, kualitas hidup rendah.
Implikasi Kebijakan
Ketidaksesuaian antara skor IDM dan kondisi riil berpotensi menyesatkan arah kebijakan. Pemerintah daerah bisa merasa berhasil, padahal masyarakat masih bergulat dengan masalah mendasar.
Kesimpulan
Indeks Desa Membangun di Lamongan memperlihatkan banyak desa berstatus maju dan mandiri. Namun, ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi masih lemah. Kesenjangan ini menegaskan perlunya evaluasi ulang terhadap IDM agar benar-benar mencerminkan kualitas hidup masyarakat desa.
Penutup
Tanpa perbaikan indikator dan pengukuran yang lebih substantif, IDM berisiko menjadi angka semu yang menutupi problematika nyata. Pemerintah harus memastikan bahwa pembangunan desa tidak berhenti pada pencapaian administratif, melainkan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. [Tulisan Redaksi]








