Militer Israel Bangun Perlintasan Baru untuk Bantuan di Gaza Utara
Dalam percakapan telepon hari Rabu dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan AS mengharapkan Israel untuk bertindak cepat dalam komitmennya untuk memfasilitasi lebih banyak bantuan kemanusiaan dan untuk berkoordinasi dengan kelompok-kelompok bantuan guna memastikan serangan maut Israel terhadap konvoi World Central Kitchen tidak terulang lagi.
Departemen Luar Negeri mengatakan Blinken dan Gallant juga membahas pembicaraan yang terus berlangsung mengenai perjanjian gencatan senjata yang akan mencakup pembebasan para sandera yang ditawan Hamas di Gaza.
Israel, Rabu (10/4) mengatakan membunuh tiga anak lelaki pemimpin tertinggi Hamas Ismail Haniyeh dalam serangan udara di Gaza, dengan mengatakan ketiga bersaudara itu adalah anggota sayap bersenjata Hamas.
Empat cucu Haniyeh juga tewas dalam serangan sewaktu Hazem Ameer dan Mohammed Haniyeh sedang berkendara dengan anak-anak itu di dekat kamp pengungsi Shati di Kota Gaza. Shati adalah kampung halaman Ismail Haniyeh.
Haniyeh, yang tinggal dalam pengasingan di Qatar, mendengar kabar itu sewaktu sedang mengunjungi orang-orang Palestina yang cedera yang telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Doha. Ia mengukuhkan kematian itu dalam wawancara dengan Al Jazeera dan mengatakan, putra-putranya itu “syahid di jalan menuju pembebasan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.”
“Musuh kriminal digerakkan oleh semangat pembalasan dendam dan pembunuhan dan tidak menghargai standar hukum apa pun,” kata Haniyeh.








