Menlu Retno Serukan Mahkamah Internasional Sebut Pendudukan Israel di Palestina Ilegal

  • Whatsapp
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengenakan syal bermotif keffiyeh saat hadir di Mahkamah Internasional (ICJ), Den Haag, Belanda, Jumat (23/2).⁣ Majelis Umum PBB meminta RI menyampaikan pernyataan lisan terkait konsekuensi pendudukan Israel di Palestina. (Foto: Kemenlu)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bercakap-cakap di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. (Foto: Courtesy/Kemenlu)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bercakap-cakap di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. (Foto: Courtesy/Kemenlu)

Dukung Perjuangan Palestina

Guru Besar Hukum Internasional yang sekaligus Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Hikmahanto Juwana, mengatakan tampilnya Indonesia dalam sidang Mahkamah Internasionalmerupakan bagian dari langkah diplomasi Jakarta dalam mendukung perjuangan Palestina.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hikmahanto menilai Majelis Umum PBB mencerminkan demokrasi masyarakat internasional, yang jauh lebih demokratis dibanding forum Dewan Keamanan yang masih memberi hak istimewa pada lima negara besar, yaitu Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, China dan Rusia untuk menentukan keputusan.

Sementara Mohamad Rosyidin, pengamat hubungan internasional dari Universitas Diponegoro, berpendapat bahwa dalam kancah politik internasional, setiap negara memiliki kedudukan yang sama atau setara. Artinya tidak ada negara yang secara inheren lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.

Ia berpendapat hukum internasional dan badan penegaknya tetap ada, tetapi pengaruhnya terbatas. Yang berpengaruh, kata Rosyidin, adalah politik kekuasaan, yaitu negara-negara yang kuat menekan yang lemah. Permasalahannya adalah bahwa negara-negara yang kuat sering menjadi pelanggar terbesar hukum internasional.

Rosyidin mengatakan ketergantungan Israel kepada AS cukup besar, terutama pada bidang militer. Salah satu indikasi AS bisa mempengaruhi Israel adalah keputusan Israel untuk menarik sebagian pasukannya dari Gaza atas desakan Washington. [Red]#VOA