Masjid ini bisa menampung hingga 1.500 jemaah. Adapun nama Muhdor dipilih untuk mengenang nama pemilik tanah wakaf.
Agil yang merupakan imam generasi ketiga ini juga mengungkap fakta unik, yaitu imam dari masjid ini memang dipertahankan secara turun-temurun. Hingga kini sudah 3 generasi imam.
Di dalam masjid ini, kita juga akan menjumpai Alquran cetakan lama sekitar tahun 1950.”Tapi kebanyakan tertulis wakaf tahun 1950 bukan cetakan Indonesia,” tutupnya.
Namun, Agil mengatakan, ada rencana masjid ini untuk dibongkar karena usia bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. “Untuk bagian depan aja, soalnya udah mau ambruk,” pungkasnya. [R.Wij/CAS]








