Mega Proyek Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro, UGM Turun Tangan Matangkan Studi Kelayakan

  • Whatsapp

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, pembangunan JLS harus berorientasi pada pemecahan masalah lalu lintas dan efisiensi anggaran. “Kita dorong konsep yang efisien dan minimalis, namun tetap visioner. Struktur jalur harus detail agar efisien lahan dan tetap fungsional,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Chusaifi Ifan, menjelaskan bahwa setelah studi kelayakan rampung pada 2025, proyek akan berlanjut ke tahap penyusunan Detailed Engineering Design (DED) pada 2026. “Selain DED, dokumen pengadaan tanah, AMDAL, dan ANDALALIN juga akan disiapkan secara paralel,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *