Menanggapi Brown, Panglima TNI Agus Subiyanto mengatakan ingin mewujudkan Alutsista TNI yang modern supaya bisa menghadapi tuntutan tugas dan ancaman sesuai dengan dinamika geopolitik dan geostrategis dunia. Agus menyampaikan AS telah berkontribusi dalam program strategis TNI seperti pengadaan pesawat Hercules dan peningkatan pesawat tempur F16.
“Amerika Serikat selalu menjadi partner yang terbaik terutama bagi wilayah kami untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran di wilayah,” ujar Agus Subiyanto.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sri Yanuarti menilai komunikasi Panglima TNI dan pemimpin militer AS tersebut sebagai hal yang penting bagi kedua negara. Kata dia, bagi AS, hubungan militer yang baik dengan Indonesia dapat menyeimbangkan kekuatan China, terutama terkait konflik di Laut China Selatan. Termasuk keseimbangan di Selat Malaka yang merupakan jalur sibuk bagi AS dan Eropa.
“Jadi saya pikir Amerika Serikat berkepentingan, meskipun tidak berdampak langsung dan bukan daerah yang diklaim langsung. Tapi itu terkait kepentingan mereka sebagai balance of power,” ujar Sri Yanuarti kepada VOA, Minggu (28/1).
Kendati, kata Yanuarti, pengadaan Alutsista TNI kini tidak terlalu bergantung kepada AS seperti pada masa reformasi. Sebab, Indonesia saat ini dapat belanja Alutsista dari negara-negara di Eropa.
Selain itu, menurut Yanuarti, upaya menjaga hubungan baik ditunjukkan dalam bentuk latihan bersama yang digelar AS dan Indonesia setiap tahun seperti Super Garuda Shield.
“Komunikasi ini dibangun untuk penjajakan pengamanan Laut China Selatan dan penjajakan untuk penguatan Alutsista TNI di presiden baru mendatang,” tambahnya. [Red]#VOA


