Kunci Kualitas Pendidikan: Investasi dan Arah Kebijakan Komprehensif

  • Whatsapp
Para murid sekolah dasar mengikuti hari pertama sekolah di Banda Aceh, Aceh, 17 Juli 2023. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

Global Partnership for Education adalah sebuah cabang kajian di CSIS,

Seorang guru sedang berbincang dengan salah seorang murid di sebuah kelas di Tokyo, 22 November 2022. (Foto: Kazuhiro Nogi/AFP)
Seorang guru sedang berbincang dengan salah seorang murid di sebuah kelas di Tokyo, 22 November 2022. (Foto: Kazuhiro Nogi/AFP)

Frigenti menyebut Jepang sebagai contoh lain yang menjadi bukti keampuhan investasi dalam pendidikan. Namun banyak penyusun kebijakan tidak menyadari kaitan ini.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Sehingga investasi untuk pendidikan menurun secara konstan sayangnya. Jadi, itu alasan mengapa sangat penting untuk mengusahakan perhatian yang terfokus seperti sinar laser pada naratif ini,” jelas Frigenti.

Dia menambahkan bahwa ada persepsi yang salah bahwa sarana pendidikan yang buruk di suatu negara merupakan masalah yang harus diselesaikan sendiri oleh negara yang bersangkutan. Ini karena investasi pendidikan di manapun di dunia memberi manfaat yang berdampak global.

Kesenjangan Investasi Pendidikan

Senada dengan ini Dawn Liberi, seorang pakar pembangunan internasional di CSIS mengatakan ada bukti statistik yang tak terbantahkan bahwa investasi dalam pendidikan menghasilkan dividen luar biasa. Bahkan hal ini memiliki korelasi erat dengan perdamaian, keamanan, pencapaian kesetaraan dan pemberantasan kemiskinan.

“Jadi unsur struktural dari sebuah masyarakat sering mendikte apa yang terjadi dengan investasi dan keluaran pendidikan,” kata Liberi.

Sejumlah pelancong mengabadikan gerbang masuk ke Harvard Yard, di Cambridge, Massachusetts, 29 Juni 2023. (Foto: Joseph Prezioso/AFP)
Sejumlah pelancong mengabadikan gerbang masuk ke Harvard Yard, di Cambridge, Massachusetts, 29 Juni 2023. (Foto: Joseph Prezioso/AFP)

Liberi menjelaskan investasi pendidikan di dunia berkisar $5 triliun. Dari jumlah investasi tersebut, sekitar 63 persen dikucurkan untuk pendidikan 10 persen siswa yang kaya di dunia. Hanya 8 persen dari uang itu digunakan untuk mendidik 75 persen siswa yang berasal dari keluarga miskin dan di negara berkembang, tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *