Melihat terus merangkak naiknya kasus kekerasan di sekolah, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak dilakukannya “screening” atau pemeriksaan intensif para guru secara berkala.
Ini adalah beberapa kasus kekerasan di sekolah, yang diyakini jumlah sebenarnya jauh lebih banyak tetapi tidak dilaporkan.
Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan kekerasan terhadap murid antara lain disebabkan oleh faktor pendisplinan yang tidak benar. Perilaku anak atau murid yang dinilai guru “tidak tepat,” didisiplinkan dengan kekerasan.
“Karena guru-guru ini merespon perilaku tidak tepat murid-murid, itu dengan cara sebagaimana pengalaman dia dulu. Jadi ketika dulu dia dibesarkan dengan pendisplinan kekerasan maka dia akan melakukan hal itu pada muridnya.Jadi itu pengaruh. Kondisi-kondisi mental yang tidak baik juga menjadi penyebab,” ujar Retno kepada VOA, Sabtu (5/10).








