Menurut Randhya, proses pemindahan bensin yang tidak aman, dipadukan dengan peralatan listrik yang terhubung seperti kulkas, kipas angin, dan handphone, menciptakan kondisi berbahaya. “Ada tumpahan Pertalite yang dipindahkan melalui selang, dan uap dari colokan listrik menyulut ledakan,” jelas Randhya.
Tim penyelidik mengamankan beberapa barang bukti, termasuk terminal listrik, selang, panci, botol kaca, kompor, dan jeriken. Mereka juga menemukan bukti jejak api dari bagian bawah triplek menuju ke atas, menunjukkan asal mula api dari depan kios.








