
Sebelum meninggalkan kantor desa Barurejo, awak media menyempatkan untuk menemui warga yang kebetulan melintas di sekitar kantor desa yang tidak sempat mengenalkan identitasnya dan kebetulan warga desa Barurejo. ditanya terkait yang dia ketahui kegiatan di kantor desanya mengatakan. “Gih niku mas sak bendinone, mboten enten sing nyobo sepen ngoten niku.” (Ya begitu itu mas setiap harinya, tidak ada yang datang sepi begitu). Ujar warga.
Ditanya lebih jauh terkait bagaimana warga memperoleh pelayanan. “Ealah mas tiang alit kados kulo niki namung saget ningali mboten saget alok, tiang alit kados kulo niki namung saget nrimo mboten saget protes, mendel mawon mas mboten saget nopo-nopo gih pasrah mawon. (Ealah mas orang kecil seperti saya ini hanya bisa melihat tidak bisa negur, orang kecil seperti saya ini hanya bisa menerima tidak bisa protes, hanya diam saja tidak bisa apa-apa ya pasrah saja). Ungkap warga setempat.
Menurut awak media ini, hal itu bukan kali ini saja namun hal itu sudah sering diketahui, namun untuk menurunkan berita baru dilakukan kali ini.
Padahal rumah kediaman Kades Barurejo Bibit itu dekat dengan kantor desa. Kembali menurut salah satu warga yang saat itu ada di sekitar kantor desa sedang ada pengerjaan proyek mengatakan, “pak Kades Bibit sedang pergi bawa mobil sehat mas,” tuturnya.
Sedangkan Kades Bibit saat di konfirmasi melalui Whastapp, karna begitu sulit untuk di temui mengatakan kepada awak media, semua perangkat tadi ikut saya ke lokasi pengukuran tanah, tulis Kades Bibit dalam transkrip WAnya.








