Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan:
“Kami memikirkan penderitaan warga yang terjebak di tengah konflik, termasuk laki-laki Palestina, perempuan dan anak-anak di gaza. Kami juga memikirkan peluang sebenarnya yang terbentang di hadapan kita untuk masa depan yang lebih baik dan lebih aman bagi warga Israel dan Palestina, dan bagi seluruh sahabat kita di kawasan ini.”
Sementara di wilayah perang, warga Palestina pada Minggu terlihat memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh serangan Israel di Rafah, dimana penduduk setempat bersiap-siap untuk serangan darat Israel. Sudah lebih dari 28 ribu warga Palestina yang terbunuh dalam perang, menurut kementerian kesehatan Gaza yang dikelola oleh Hamas.
Dan warga di kamp pengungsi Jabaliya di kawasan utara Jalur Gaza menggelar demonstrasi pada Sabtu, memprotes kondisi kekurangan pangan dan obat-obatan.
Salah satu pengungsi, Amer Abou Al-Qumsan, mengatakan bahwa epidemi dan penyakit menyebar di antara orang-orang di Gaza Utara, dimana tidak ada obat-obatan. Jika pun tersedia, kata Amer, warga tidak mampu untuk membelinya.
Algeria diperkirakan akan menyerahkan sebuah rancangan kepada Dewan Keamanan PBB beberapa pekan ke depan, yang meminta gencatan senjata segera di Gaza.
AS sudah menyatakan sikap menolak terhadap draft resolusi itu, dengan alasan bahwa pihaknya lebih memilih jalan keluar lain yang sedang dirintisnya bersama sejumlah pihak, yang di dalamnya akan termasuk setidaknya penghentikan perang selama setidaknya enam pekan dan pembebasan lebih banyak sandera. [Red]#VOA








