Meski begitu, katanya, di saat yang bersamaan pemerintah juga bersikap waspada mengingat negara-negarayang sudah menerapkan skema tersebu, seperti Amerika Serikat, menghadapi masalah jangka panjang.
Menkeu mengatakan pihaknya juga akan membahas skema student loan dengan pihak perbankan untuk kemudian merumuskan bagaimana affordability dari pinjaman tersebut sehingga tidak memberatkan mahasiswa, mencegah terjadinya moral hazard, dan tetap memberikan afirmasi terutama pada kelompok masyarakat yang tidak mampu.
“Poin saya adalah sesuai dengan yang keinginan kita, Indonesia ingin jadi negara maju dan negara maju identik dengan SDM yang baik kualitasnya, maka kita juga akan terus memperbaiki, mempertajam, meng-address berbagai isu mengenai human capital,” jelasnya.
Lebih jauh, menkeu menjelaskan bahwa LPDP bukanlah satu-satunya lembaga yang bisa membantu peningkatan kualitas SDM tanah air. Bberbagai kementerian/lembaga lainnya, menurutnya, juga memiliki program yang tujuannya juga sama yakni untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar mampu berkompetisi di tingkat global.
Menkeu Sri mencontohkan, Kemendikbud, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan Kementerian Agama sebagai kementerian/lembaga yang juga memiliki fokus untuk meningkatkan kecerdasan anak-anak bangsa.
“Jadi jangan sampai melihat dari satu sisi saja. kalau dari sisi pemerintah, kebutuhan berbagai generasi muda yang memang bervariasi, dan ini mulainya PAUD (pendidikan anak usia dini, red), sampai kepada pendidikan tinggi hingga pasca sarjana. Semuanya sepanjang rantai pendidikan itu, dan tentu kita akan terus mematangkan seluruh program baik itu di bidang pendidikan, dan juga di bidang penelitian dan bidang kesehatan, kebudayaan dan agama,” pungkasnya. [Red]#VOA









