Israel Setujui Rencana Serang Rafah, tetapi Tetap Buka Opsi Gencatan Senjata

  • Whatsapp
Warga Palestina melaksanakan salat Jumat pertama selama Ramadan di dekat reruntuhan masjid yang hancur, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 15 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

Pernyataan Israel mengatakan Pasukan Pertahanan Israel sedang “bersiap secara operasional dan untuk evakuasi penduduk” di Rafah.

Laporan tersebut tidak memberikan kerangka waktu dan tidak ada bukti adanya persiapan tambahan di lapangan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada wartawan di Austria bahwa AS perlu melihat rencana yang jelas dan dapat dilaksanakan dari Israel untuk Rafah, termasuk untuk menyelamatkan warga sipil dari bahaya.

Para perunding pekan ini gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata tepat pada bulan suci Ramadan. Mediator Washington dan Arab masih bertekad mencapai kesepakatan untuk mencegah serangan terhadap Rafah dan membiarkan makanan masuk untuk mencegah bencana kelaparan.

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menuduh Netanyahu “bermanuver…untuk melakukan lebih banyak kejahatan genosida.”

“Dia tidak tertarik untuk mencapai kesepakatan,” katanya kepada Reuters.

Israel menolak klaim genosida, dan mengatakan bahwa pihaknya murni berfokus pada penghancuran semua anggota Hamas.

Ada meningkatnya konflik antara Washington dan Israel, yang menurut pejabat di lingkungan pemerintahan Presiden Joe Biden, memicu pertikaian tanpa memperhatikan dampaknya terhadap warga sipil.

Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer, pejabat tertinggi Yahudi terpilih di AS dan pemimpin Partai Demokrat yang mengusung Biden, pada Kamis menyerukan agar Israel menggantikan Netanyahu, yang kebijakan garis kerasnya menurutnya merusak kedudukan internasional Israel.

Biden mengatakan pada umat bahwa Schumer telah menyampaikan “pidato yang bagus” dan banyak orang AS yang memiliki keprihatinan yang sama.