Hingga Minggu sore (21/4) petugas pertolongan pertama masih mencari korban lain yang mungkin tertimbun reruntuhan bangunan.
Sebuah serangan udara di Rafah pada Jumat malam (19/4) juga menewaskan sembilan orang, termasuk enam anak-anak.
Mohammed al-Beheiri mengatakan putrinya, Rasha, dan enam anaknya, yang berusia antara 18 bulan hingga 16 tahun, termasuk di antara mereka yang terbunuh dalam serangan Israel itu. Empat anggota keluarga lainnya masih tertimbun di bawah puing-puing reruntuhan rumah mereka.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan hingga hari Minggu ini sedikitnya 34.000 warga Palestina tewas. Sekitar 80% warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat-tempat yang dinilai lebih aman. Sejumlah pakar mengatakan Gaza berada di ambang kelaparan akut. [Red]#VOA








