Tetapi mereka memperingatkan bahwa hal itu tidaklah cukup, seperti yang disampaikan Daniel Mair-Richard, salah satu peserta aksi.
“Ini adalah kata-kata kosong. Tidak ada gunanya mengakui negara Palestina jika Anda terus menjual senjata ke Israel ketika genosida sedang terjadi. Kami menuntut diakhirinya sikap kosong ini dan menyerukan pemutusan hubungan dengan Israel sekarang juga,” sebutnya.
Negara-negara di Eropa memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyikapi isu ini. Prancis pada Rabu (22/5) mengatakan bahwa kondisi-kondisi tertentu belum terwujud untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara. [Red]#VOA








