Insiden Penangkapan dan Pelecehan Turunkan Indeks Kebebasan Pers AS

  • Whatsapp
Polisi mengamankan pintu masuk Universitas Columbia yang diduduki oleh pengunjuk rasa pro-Palestina di New York pada 22 April 2024 (foto: dok). Sejumlah wartawan di berbagai penjuru AS ditangkap atau dilecehkan ketika meliput unjuk rasa terkait perang Israel-Hamas.

“Jika Anda meliput sebuah aksi unjuk rasa lalu Anda ditangkap, bahkan mungkin ditangkap secara kasar lalu terluka, Anda akan berpikir dua kali tentang seberapa jauh Anda ingin meliputnya lain waktu mengingat ada risiko bahwa Anda akan berakhir diborgol, atau lebih buruk, menghabiskan waktu di penjara,” jelas Weimers.

Angka pelanggaran kebebasan pers di Amerika Serikat turun dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, berbagai insiden seperti penggerebekan ruang redaksi di Kansas, penangkapan, dan permintaan panggilan pengadilan untuk catatan jurnalis berkontribusi pada penurunan 10 poin dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menurut Reporters Without Borders, faktor lainnya adalah permusuhan dari sejumlah pemimpin politik. Emily Wilkins, Presiden National Press Club mengatakan bahwa pejabat seharusnya menjunjung tinggi media sebagai bagian penting dari demokrasi.

“Jadi, saya ingin menyerukan kepada para pemimpin terpilih kita untuk berani, untuk mengatakan yang sebenarnya, untuk mengatakan kebenaran tentang media dan peran yang dimilikinya dalam demokrasi. Juga menyadari bahwa setiap kali mereka menjelek-jelekkan wartawan dan media secara keseluruhan, sama saja dengan menghajar demokrasi. Itulah yang membuat seluruh negara kita menjadi lemah,” terang Wilkins.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *