Indonesia Apresiasi Gencatan Senjata Hamas-Israel, Pakar Pesimis Terwujud Penuh

  • Whatsapp
FILE - Orang-orang berjalan melewati kios-kios yang menjual barang di tengah reruntuhan bangunan yang hancur selama serangan Israel sebelumnya, di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, tanggal 15 Januari 2025.

Gencatan senjata ini, tambahnya, akan menjadi semacam jeda konflik di tengah potensi meletusnya kembali perang.

Selain Gencatan Senjata, MUI Desak Komunitas Internasional Terus Dorong Proses Hukum

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebagai bagian dan tindak lanjut gencatan senjata ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim menyerukan agar proses hukum dan politik yang sudah dimulai, antara lain lewat ICJ (Mahkamah Internasional) bisa dilanjutkan – tanpa dihalangi oleh veto Amerika. Demikian pula soal kemerdekaan penuh Palestina yang sedianya dapat terwujud tanpa halangan di Dewan Keamanan PBB.

MUI menyerukan kepada komunitas internasional untuk terus meningkatkan dukungan kemanusiaan melalui lembaga kemanusiaan yang sah dan kredibel.

Kesepakatan antara Hamas dan Israel ini mencakup pembebasan sebagian sandera yang ditahan Hamas sejak 7 Oktober lalu, dan pembebasan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.

Dalam konferensi pers di Doha, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Andulrahman Al Thani mengatakan gencatan senjata akan berlaku mulai hari Minggu, dan pihaknya – bersama Mesir dan Amerika – akan memonitor langkah-langkah untuk mengimplementasikan kesepakatan itu.

Sementara Presiden Amerika Joe Biden, saat menyampaika pengumuman tercapainya kesepakatan gencatan senjata ini, berharap selain menghentikan pertempuran, serta pembebasan sandera dan tawanan; akan membuka jalan bagi masuknya bantuan kemanusiaan internasional bagi warga Palestina yang sangat membutuhkan. [Red]#VOA