LAMONGAN | DN — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lamongan melalui Polsek Laren dan Polsek Bluluk bergerak cepat menangani dua insiden kematian mendadak yang dialami oleh warga di waktu dan tempat berbeda pada Senin (28/9). Peristiwa ini sontak menyita perhatian warga setempat.
Kejadian pertama dilaporkan berlangsung di area persawahan Desa Brangsi, Kecamatan Laren, sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui berinisial MK (76), seorang pria paruh baya asal Kecamatan Solokuro. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat berpamitan pergi ke sawah untuk mencari jerami atau damen guna keperluan pakan ternak.
Warga yang menemukan korban dalam kondisi tidak bergerak langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Tim medis bersama aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal dan memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kuat dugaan, korban yang memiliki riwayat penyakit diabetes mengalami kelelahan ekstrem serta dehidrasi saat beraktivitas di bawah terik matahari.
Tidak berselang lama, insiden serupa kembali terjadi di kawasan lahan Perhutani Petak 14 RPH Majenon BKPH Bluluk, tepatnya di Dusun Kayen, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, sekitar pukul 16.00 WIB. Korban kedua merupakan seorang perempuan berinisial Sem (65) asal kecamatan setempat.
Berdasarkan penelusuran keluarga dan aparat, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan telah meninggalkan rumah sejak tiga hari terakhir. Ketika ditemukan di area hutan, nyawa korban sudah tidak tertolong. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan indikasi penganiayaan, dengan dugaan utama kematian diakibatkan oleh dehidrasi serta kekurangan asupan makanan selama hilang.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, menjelaskan bahwa petugas dari kedua polsek telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa kondisi fisik jenazah, mencatat keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.
“Pihak keluarga dari kedua korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi,” ungkap IPDA Hamzaid.
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anggota keluarga, khususnya para lansia atau individu yang memerlukan perhatian khusus. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan situasi darurat di lingkungan sekitar. [NH]








