SURABAYA | DN – Komunitas Gak Mau Tau Community (GMTC) Surabaya resmi diluncurkan dalam sebuah acara yang digelar di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim No. 131, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Minggu (3/5/2026). Peluncuran ini menandai kehadiran GMTC sebagai wadah baru bagi komunitas perkopian yang kreatif, inklusif, dan aktif di Kota Pahlawan.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 50 komunitas dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Komunitas Adem Ayem, AFF, Ambyar, Arjuno, BFC, BOA, BTN, DD, Enjoi, FBB, GB, Huru Hara, Insan Selaras, JFF, JKS, Kasi, KDLS, KJN, KKL, KMJ, KNG, KPS, KSC, KSPM, KSSL, LPC, LPCM, Mbegendeng, MG, NDD, NLTO, NSC, NSN, NTI, Pasukan Edrek, PBB, Pede, PLO, PS, PTB, Rahwono, Rama Shinta, Rea Rio, S3, RRN, SBC, SCS, Selawe, SHC, SLL, STHS, STKDS, STNK, Tiger, hingga TSM.
Mengusung tema “Menjalin Persaudaraan Antar Komunitas se-Jawa Timur”, acara ini dihadiri ratusan anggota dan simpatisan dari beragam latar belakang. Momentum launching dimanfaatkan untuk memperkenalkan visi dan misi GMTC Surabaya sekaligus mendeklarasikan komitmen sebagai komunitas yang positif serta berdampak bagi masyarakat.
Ketua GMTC Surabaya, Sinyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa GMTC hadir sebagai ruang ekspresi bagi para pecinta kopi tanpa sekat. Ia menegaskan, komunitas ini ingin menghadirkan aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif dan mempererat kebersamaan.
“Kami ingin Surabaya lebih hidup melalui kegiatan yang seru, edukatif, dan penuh kekeluargaan,” ujar Sinyo.
Senada dengan itu, Ketua Panitia, Nanang, berharap peluncuran ini menjadi langkah awal bagi GMTC untuk konsisten menggelar kegiatan sosial, kreatif, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas di Jawa Timur.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan positif yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Owner GMTC, Yayuk, menambahkan bahwa komunitas ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat berkumpul. Ia menyebut GMTC sebagai “rumah kedua” bagi para anggota yang memiliki semangat berkarya dan berbagi.
“Kami ingin GMTC menjadi ruang yang nyaman bagi para pecinta kopi untuk tumbuh bersama dan memberi warna baru di dunia perkopian Surabaya,” tuturnya.
Rangkaian acara launching diisi dengan penandatanganan oleh para owner, santunan kepada anak yatim, serta seremoni pembukaan yang dilakukan oleh jajaran pengurus GMTC Surabaya.
Juru bicara GMTC, Yani, mengaku antusias melihat tingginya partisipasi komunitas dalam acara tersebut. Ia menyebut kehadiran puluhan komunitas menjadi sinyal positif bagi perkembangan GMTC ke depan.
“Ini awal yang sangat baik. Prinsip kami sederhana, yang penting persaudaraan terus berjalan. Ke depan, kami siap menggelar kegiatan sosial dan agenda ngopi bersama di berbagai titik di Surabaya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa GMTC hadir bukan untuk bersaing, melainkan merangkul seluruh komunitas perkopian di Jawa Timur. Dalam targetnya, GMTC berencana menggelar minimal satu kegiatan sosial setiap bulan sepanjang tahun 2026.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Surabaya membutuhkan wadah kreatif yang positif, dan GMTC siap menjadi bagian dari itu,” pungkasnya. [ * ]








