TUBAN | DN – Paradigma perpustakaan sebagai tempat yang kaku dan sekadar menimbun buku kini telah jauh ditinggalkan. Di Kabupaten Tuban, perpustakaan bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup—tempat warga menimba ilmu, mengasah keterampilan, hingga berkegiatan kreatif.
Inovasi progresif ini berbuah manis. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban sukses mengamankan posisi peringkat ketiga terbaik se-Jawa Timur dalam penilaian program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) tahun 2026.
Berdasarkan evaluasi Key Performance Indicator (KPI) melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) 2026, Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban mengantongi skor 78 dengan predikat Tinggi/Hijau. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Dispersip Provinsi Jawa Timur dalam ajang Peer Learning Meeting 2026 yang dihelat di Surabaya.
Kepala Dispersip Kabupaten Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo, mengungkapkan bahwa torehan ini merupakan wujud komitmen instansinya dalam mendekatkan fungsi perpustakaan dengan denyut nadi kebutuhan masyarakat modern. Menurutnya, perpustakaan masa kini wajib memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan warga.
“Capaian ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan berkegiatan yang inklusif. Kami ingin manfaatnya dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” ujar Endro, Rabu (23/9).
Lebih lanjut, Endro menjelaskan bahwa esensi dari program TPBIS adalah meruntuhkan batasan konvensional perpustakaan. Ruang-ruang di dalamnya kini dioptimalkan tidak hanya untuk membaca literatur, tetapi juga memfasilitasi transfer keterampilan praktis yang aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.
Langkah nyata tersebut telah dibuktikan di lapangan. Pada Mei 2026 lalu, Dispersip Tuban menghelat bimbingan teknis SPP-TIK TPBIS yang menyasar pengelola 11 perpustakaan desa. Langkah ini diambil guna memperkuat fungsi desa sebagai episentrum literasi akar rumput. Tidak hanya itu, daya tarik perpustakaan juga diperluas melalui ruang ekspresi seni, seperti lomba monolog bagi pelajar guna memantik kreativitas generasi muda.
Dengan prestasi peringkat ketiga tingkat regional ini, Dispersip Tuban berkomitmen untuk tidak cepat puas. Ke depan, pihaknya berencana memperluas kolaborasi lintas sektor agar ragam kegiatan pemberdayaan di perpustakaan semakin kaya dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Kami tentu berharap dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak dapat terus terjalin erat. Harapannya, perpustakaan dapat benar-benar hadir sebagai ruang tumbuh yang solutif bagi masyarakat Tuban,” pungkasnya. [J2]







