JOMBANG | MDN — Komitmen nyata negara dalam mengentaskan kemiskinan melalui sektor pendidikan terlihat jelas di Kabupaten Jombang. Sebanyak 370 anak dari keluarga miskin ekstrem dan anak putus sekolah kini mendapatkan jaminan masa depan penuh melalui operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.
Bupati Jombang, Abah Warsubi, menegaskan bahwa program prioritas nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto ini dieksekusi tanpa celah. Penjangkauan dilakukan secara masif hingga menyisir wilayah pinggiran desa dan kawasan hutan agar anak-anak yang sempat putus sekolah bisa kembali mengenyam pendidikan dari tingkat SD, SMP, hingga SMA secara gratis dan berbasis asrama.
Penegasan tersebut disampaikan Abah Warsubi di hadapan para pilar sosial dalam agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial yang diselenggarakan di Hotel Yusro Jombang, Selasa (22/9/2026).
“Program ini angin segar. Semua kebutuhan siswa, mulai dari seragam, buku, asrama, sampai makan tiga kali sehari dijamin penuh oleh negara. Tidak boleh ada anak Jombang yang tertinggal hanya karena miskin,” tegas Warsubi di hadapan ratusan peserta. Dalam sesi bertajuk “Sambung Roso bareng Abah Bupati Jombang”, ia juga mengutip pemikiran Nelson Mandela bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.
Berdasarkan data saat ini, SRT 1 Jombang telah menampung 270 siswa permanen dan 100 siswa rintisan. Seluruh siswa tersebut tinggal di asrama dan mendapatkan fasilitas penunjang belajar yang memadai.
Proses penyeleksian dan verifikasi penerima manfaat dilakukan secara ketat. Tim gabungan yang dikomandoi oleh Sekretaris Daerah, Dinas Sosial, para camat, serta pilar sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) turun langsung memetakan kondisi riil di lapangan.
“Kriteria penerima manfaat berbasis pemeringkatan ekonomi terendah. Kami sisir agar bantuan Presiden Prabowo ini benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, dalam kesempatan yang sama memaparkan tantangan di lapangan dengan mengusung tema “Dari Lapangan, Menjadi Kebijakan”. Senada dengan hal tersebut, Direktur Linjamsos Kementerian Sosial RI, Helmy bersama Noefi Apriyaningrum, mengapresiasi sinergi kuat ini dengan mengusung sorotan utama “Ketika Negara Hadir Sampai ke Pelosok”.
Suasana acara sempat berubah haru ketika para siswa SRT 1 Jombang mementaskan fragmen teater bertajuk “Mimpi yang Berani” serta pembacaan puisi perjuangan hidup mereka di atas panggung. Sebagai bentuk apresiasi, rangkaian acara ditutup dengan penyerahan penghargaan dari Bupati Warsubi kepada para pilar sosial yang berdedikasi mengabdi di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Jombang dan Kementerian Sosial RI ini, pemerintah optimis mampu mewujudkan fondasi pembangunan manusia yang kokoh menuju visi Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua. [STS]








