Afif, kontraktor pelaksana proyek, mengakui adanya keretakan tipis dan berkomitmen untuk segera memperbaikinya. Ia menegaskan bahwa jembatan masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan, dan seluruh kerusakan menjadi tanggung jawab penuh pihaknya.
“Betul, kami masih dalam masa pemeliharaan. Setiap kerusakan, sekecil apa pun, akan kami tangani,” ujar Afif.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyelesaian fisik, tetapi juga menyangkut akuntabilitas pasca-proyek. Masa pemeliharaan menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas jangka panjang dan kenyamanan pengguna.








