Menurut Nur Hidayat, berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, saat ini sangat sulit mewujudkan persatuan di kalangan buruh. Oleh karena itu buruh sedianya lebih proaktif untuk mempengaruhi para kandidat, dibanding menunggu keberpihakan para calon kepada buruh.
Anies dan Ganjar Tak Jamin Kenaikan Upah Minimum 15 Persen
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo pekan lalu memenuhi undangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk berdialog terkait kebijakan dan peran dalam mengawal transisi kepemimpinan Indonesia. Kedua capres tersebut mengapresiasi sejumlah rekomendasi kebijakan yang diberikan Apindo dalam forum “Roadmap Perekonomian Apindo” itu.
Namun terkait UMP, keduanya juga tidak memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginan buruh yaitu kenaikan upah minimum 15 persen.
Anies mengusulkan agar para pihak duduk bersama untuk membuat formula kenaikan upah untuk tahun jamak (multiyears). UMP multiyears ini diharapkan dapat membuat kepastian di dunia usaha sehingga tidak bingung dalam mengambil kebijakan.
Sementara Ganjar mengusulkan agar pengusaha dan pemerintah berbagi tanggung jawab atas nasib buruh. Misalnya tanggung jawab atas kesehatan buruh, pendidikan, transportasi, dan akomodasi diambil pemerintah. Sedangkan untuk upah menjadi tanggung jawab perusahaan.
Apindo juga mengundang calon presiden Prabowo Subianto dalam acara itu, tetapi capres Partai Gerindra ini memilih tidak hadir. [Red]#VOA







