“Partai Buruh bilamana akan mendukung capres dan cawapres akan menyumbangkan suara 6,5 juta sampai 10 juta suara,” tambah Said Iqbal.
Kendati demikian, Said Iqbal tidak menutup kemungkinan bahwa Partai Buruh akan memberikan dukungan pada putaran kedua pemilihan presiden pada Juni 2024 mendatang. Menurut jajak pendapat sejumlah lembaga survei, sejauh ini belum ada pasangan calon elektabilitasnya lebih dari 50 persen.
Pengamat: Buruh Bisa Kehilangan Momentum
Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini mengatakan, buruh dapat kehilangan momentum untuk mendapatkan posisi tawar dengan para kandidat. Ia menilai buruh semestinya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat.
Selain itu, Nur Hidayat, juga tidak yakin buruh akan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat pada putaran kedua karena komitmen para kandidat juga tidak akan banyak berubah dari putaran pertama.
“Ini arusnya dalam posisi tawar menawar begitu besar, luas dan tidak pasti. Justru buruh sesungguhnya bisa mendefinisikan posisi bargaining mereka lebih artikulatif,” jelas Nur Hidayat kepada VOA, Rabu (20/12).
Jika memberikan dukungan pada salah satu kandidat di putaran kedua, jumlah suara yang dapat disumbangkan Partai Buruh tidak akan sampai enam juta suara.







