Presiden BEM FISIP Universitas Airlangga, Tuffahati Ullayyah Bachtiar, menyetujui permintaan Dekanat FISIP yang tetap membuka kebebasan menyuarakan aspirasi dengan mengedepankan marwah akademik.
Tuffahati menegaskan, BEM FISIP akan tetap kritis dan menyuarakan keprihatinan rakyat terhadap proses Pilpres 2024, seperti yang tertuang dalam karangan bunga yang sempat dipasang di taman barat FISIP UNAIR itu.
“Bahwasanya BEM FISIP akan tetap kritis ke depannya dengan tidak keluar dari koridor akademik, dan karangan bunga yang kemarin memang bentuk ekspresi dari teman-teman Kementerian Politik dan Kajian Strategis, dan itu memang di bawah BEM FISIP,” komentar Tuffahati Ullayyah Bachtiar.
Pengajar: Perlu Dibimbing, Bukan Dibungkam
Dr. Pinky Saptandari, dosen FISIP Unair yang juga antropolog terkemuka mengatakan prinsip membangun kampus demokrasi adalah mengedepankan pemikiran kritis. Suara dan aspirasi mahasiswa, kata Pinky, harus diberi ruang yang luas dan dibimbing agar semakin mampu melihat berbagai persoalan bangsa.









