Buktikan Tak Ada Pembungkaman, Dekan FISIP UNAIR Cabut Pembekuan Pengurus BEM

  • Whatsapp
Dekan FISIP Unair Prof Bagong Suyanto bersama Presiden BEM Tuffahati Ullayyah Bachtiar menyampaikan keterangan pasca dicabutnya pembekuan sementara pengurus BEM (foto Petrus Riski/VOA)

Presiden BEM FISIP Universitas Airlangga, Tuffahati Ullayyah Bachtiar, menyetujui permintaan Dekanat FISIP yang tetap membuka kebebasan menyuarakan aspirasi dengan mengedepankan marwah akademik.

Tuffahati menegaskan, BEM FISIP akan tetap kritis dan menyuarakan keprihatinan rakyat terhadap proses Pilpres 2024, seperti yang tertuang dalam karangan bunga yang sempat dipasang di taman barat FISIP UNAIR itu.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Karangan bunga pelantikan presiden dan wakil presiden baru yang dipasang di taman FISIP (foto Petrus Riski/VOA)
Karangan bunga pelantikan presiden dan wakil presiden baru yang dipasang di taman FISIP (foto Petrus Riski/VOA)

“Bahwasanya BEM FISIP akan tetap kritis ke depannya dengan tidak keluar dari koridor akademik, dan karangan bunga yang kemarin memang bentuk ekspresi dari teman-teman Kementerian Politik dan Kajian Strategis, dan itu memang di bawah BEM FISIP,” komentar Tuffahati Ullayyah Bachtiar.

Pengajar: Perlu Dibimbing, Bukan Dibungkam

Dr. Pinky Saptandari, dosen FISIP Unair yang juga antropolog terkemuka mengatakan prinsip membangun kampus demokrasi adalah mengedepankan pemikiran kritis. Suara dan aspirasi mahasiswa, kata Pinky, harus diberi ruang yang luas dan dibimbing agar semakin mampu melihat berbagai persoalan bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *