BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Capai 5,03 Persen

  • Whatsapp
Sebuah kapal berlayar melewati Terminal Kontainer Internasional Jakarta di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, 15 Januari 2025. (Tatan Syuflana/AP)

“Secara keseluruhan, pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan sekitar 5,11 persen, meningkat dari 5,03 persen pada tahun 2024,” tuturnya.

Sementara itu, ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Galau D. Muhammad memperkirakan perekonomian nasional pada tahun ini akan sulit mencapai level lima persen. “Rasa-rasanya kalau berkaca pada capaian output ekonomi makro saat ini, untuk pertumbuhan di atas lima persen, bahkan mencapai lima persen saja sangat sulit,” ungkap Galau.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
File - Pelabuhan peti kemas di Semarang, Jawa Tengah, 21 September 2016. (Foto: Aji Styawan/Antara Foto via Reuters)
File – Pelabuhan peti kemas di Semarang, Jawa Tengah, 21 September 2016. (Foto: Aji Styawan/Antara Foto via Reuters)

Menurutnya, ini terlihat dari berbagai indikator makro ekonomi yang masih melemah seperti rendahnya daya beli masyarakat, industri manufaktur yang masih terkontraksi dan masih banyaknya pengangguran.

“Belum lagi kalau kita lihat secara pertumbuhannya di sektor industri manufaktur yang punya kontribusi siginifikan dalam menyumbang PDB, sepertinya belum ada tanda-tanda orientasi kebijakan publik yang bisa mentransformasi industri manufaktur secara kualitatif,” jelasnya.

Masyarakat, khususnya kelas menengah, kata Galau, masih akan kesulitan untuk bangkit, selain karena tidak adanya peningkatan upah, berbagai pungutan yang dilancarkan oleh pemerintah pada tahun ini akan memperparah kondisi mereka.

“Itu harus segera dituntaskan pemerintah dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan secara ambisius di atas lima persen. Selama catatan itu belum terpenuhi, kita hanya kembali lebih mengacu kepada asumsi dan halusinasi yang terlalu membesar-besarkan keadaan ekonomi kita padahal punya titik kerentanan dan keterbatasan fiskal yang belum terselesaikan,” pungkasnya. [Red]#VOA