“Israel menentang keras pengakuan ini. Ini jelas juga buntut dari dikeluarkannya surat perintah penangkapan Netanyahu dan (Menhan) Gallant oleh Pengadilan Kejahatan Internasional. Jadi, menurut saya, ini adalah minggu di mana warga dan tentu saja para pemimpin Israel merasa semakin terisolasi, mungkin dikeroyok secara internasional, dan benar-benar merasa dipojokkan,” tukasnya.
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan berpendapat pengakuan tersebut tidak akan lebih mendekatkan pada solusi dua negara.
Sullivan menambahkan bahwa “negara-negara Arab, negara-negara Eropa, bahkan dunia, percaya pada solusi dua negara. Jadi ini bukan masalah bilateral antara AS dan Israel.”
Israel melancarkan perang di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di mana militan menyerbu Israel selatan, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil dan menculik sekitar 250 orang.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan balasan Israel melalui darat dan udara telah menewaskan lebih dari 35.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Sekitar 80% dari 2,3 juta penduduk Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi di wilayah tersebut, seringkali berkali-kali. [Red]#VOA








