Analis: Pengakuan Palestina Bersejarah, Tapi Hanya Simbolis

  • Whatsapp
Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Palestina dalam aksi pro Palestina di kampus UCLA di Los Angeles, AS (foto: ilustrasi).

Para pejabat Palestina menyambut baik pengumuman itu sebagai penegasan terhadap upaya mereka selama puluhan tahun untuk mendapatkan status kenegaraan di Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza. Israel merebut ketiga wilayah itu dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan menguasainya hingga kini.

Meskipun sekitar 140 negara – lebih dari dua pertiga anggota PBB – mengakui negara Palestina, rangkaian pengumuman yang dikeluarkan pada Rabu itu bisa membangun momentum pada saat bahkan sekutu dekatnya mengkritik tindakan Israel di Gaza.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pengakuan itu mengejutkan, namun selama berminggu-minggu telah berlangsung berbagai diskusi di beberapa negara Uni Eropa mengenai kemungkinan untuk mengakui negara Palestina. Para pendukung berpendapat, perang telah menunjukkan perlunya dorongan baru menuju solusi dua negara, 15 tahun setelah negosiasi gagal antara Israel dan Palestina. Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang pembentukan negara Palestina.

Kepada kantor berita Associated Press, Julie Norman dari UCL mengatakan pengumuman ketiga negara itu “hendak memberi tekanan kepada pihak-pihak untuk mengakhiri perang.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *