Sebelum lolos sebagai prajurit, ia bekerja sebagai petugas keamanan di Makassar, sambil menabung dan berlatih intens untuk menghadapi beratnya tahapan seleksi militer. Proses panjang itu diiringi dengan doa dan restu kedua orang tuanya, yang menjadi kekuatan utama dalam perjuangannya.
Dalam momen kelulusannya, Diwan terlihat memegang poster bertuliskan:
“Bukan saya yang hebat, tapi doa kedua orang tua saya yang hebat.”
Pernyataan itu menggambarkan dengan jelas filosofi hidup dan kerendahan hati seorang anak desa yang tak lupa akan akar perjuangannya. Warga kampung menyambut kabar kelulusan Diwan dengan rasa haru dan bangga, menjadi bukti bahwa mimpi besar tak mengenal batas geografis maupun latar sosial.








