Ambisi Infrastruktur Jamula 2026: Jalan Mulus atau Sekadar Kejar Angka Kemantapan?

  • Whatsapp
  • Ruas Deket – Soko sepanjang 2.007 meter
  • Ruas Soko – Karangbinangun sepanjang 830,5 meter
  • Ruas Soko – Dagang sepanjang 1.380 meter

Seluruh ruas tersebut direncanakan menggunakan konstruksi CBC. Namun, MDN mencatat bahwa keberhasilan teknologi ini sangat bergantung pada kualitas material, ketebalan lapisan, serta ketepatan metode pelaksanaan di lapangan.

Pengalaman sebelumnya di sejumlah daerah menunjukkan, konstruksi beton tetap berpotensi rusak lebih cepat jika proses pengecoran dan curing tidak sesuai standar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Lamongan dalam memastikan mutu pekerjaan benar-benar terjaga.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pemkab Lamongan menargetkan peningkatan kualitas jalan berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang, penurunan biaya logistik, serta peningkatan produktivitas masyarakat. Program Jamula pun terus diposisikan sebagai tulang punggung pemerataan pembangunan di daerah yang dikenal sebagai “Kota Soto” tersebut.

Namun demikian, capaian angka kemantapan jalan 63,55 persen tidak akan bermakna jika kualitas fisik di lapangan tidak sejalan dengan data administratif. Publik kini menanti, apakah akselerasi infrastruktur Jamula 2026 benar-benar menghadirkan jalan yang awet dan aman, atau sekadar mengejar target statistik tahunan.

MDN akan terus memantau pelaksanaan program Jamula 2026, termasuk transparansi anggaran, kualitas pengerjaan, serta dampak riilnya bagi masyarakat Lamongan. [NH]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *