SURABAYA | DN — Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap pelajar kembali mengguncang masyarakat Gresik. Seorang siswi kelas 2 SMP asal Surabaya diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh kakak kelasnya sendiri, yang disebut-sebut terlibat dalam kelompok gangster. Peristiwa memilukan itu terjadi pada 27 Desember 2025 di sebuah rumah kosong di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo.
Meski kejadian berlangsung akhir tahun lalu, kasus ini baru terungkap pada 15 Januari 2026. Saat itu, pihak sekolah memanggil orang tua korban setelah menerima informasi dari guru. Ayah korban, CEY, mengaku syok ketika mendengar kabar tersebut.
“Istri saya dipanggil pihak sekolah. Dari sanalah kami tahu anak kami dilecehkan oleh kakak kelasnya,” ungkap CEY dengan nada getir, Jumat (13/2).
Korban awalnya diajak oleh pelaku berinisial GBA untuk jalan-jalan. Ia sempat berpamitan kepada keluarga. Namun, bukannya pulang, korban justru dibawa ke rumah kosong. Di lokasi itu, korban diduga diancam agar menuruti keinginan pelaku. Telepon dari orang tua pun tidak boleh dijawab.








