Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2024 tumbuh 5,03 persen. Capaian tersebut melambat dibandingkan tahun 2023.
Perlambatan ini juga ditunjukan dengan kinerja pertumbuhan ekonomi di triwulan-IV 2024 yang juga stagnan di level lima persen yakni 5,02 persen. Capaian ini juga lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 yang mencapai 5,04 persen.
Meski melambat, Amalia melaporkan semua sektor penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh positif. Ia menjelaskan, sektor industri yang berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional sepanjang tahun 2024 adalah pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan.
Sementara dari sisi komponen pengeluaran, katanya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang kontribusinya mencapai 54,04 persen. Namun secara tahunan atau year on year, pertumbuhannya masih stagnan di bawah lima persen, yakni 4,94 persen, atau sedikit lebih baik dari tahun 2023, yakni 4,82 persen.
Mesin pertumbuhan ekonomi kedua terbesar pada tahun 2024 setelah konsumsi rumah tangga adalah investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 4,61 persen dan menyumbang 29,15 persen terhadap PDB.
Kinerja ekspor dilaporkan masih tumbuh positif sebesar 6,51 persen yang berkontribusi 22,18 persen terhadap PDB. Meski begitu, impor tercatat lebih tinggi daripada ekspor yakni 7,95 persen dan berkontribusi hingga 20,95 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.








