Investasi dan arah kebijakan yang komprehensif, tidak satu arah, dinilai merupakan kunci perbaikan kualitas pendidikan. Inilah laporan pertama dari Serial Hari Pendidikan Indonesia.
( DN ) – Pendidikan adalah dasar bagi sebuah masyarakat agar bisa berfungsi dengan baik, menciptakan warga yang hidup dalam harmoni, berpartisipasi dalam politik dan menyumbang pada ekonomi.
Apa lagi ketika dunia dihadapkan pada perubahan sosial, teknologi dan ekonomi yang sangat cepat, pendidikan penting untuk membangun ketahanan sebuah negara. Pendidikan yang berkualitas menjadi landasan harmonisasi kehidupan masyarakat, partisipasi dalam politik, dan tentunya peningkatan laju ekonomi.
Ironisnya tidak semua negara memberikan prioritas pada dunia pendidikan. Anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan seringkali harus bersaing dengan bidang lain, seperti pertahanan dan keamanan. Kebijakan pendidikan pun kerap berganti. Akibatnya, ketika dihadapkan pada persoalan-persoalan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, inflasi tinggi atau perang, warga terkena dampaknya secara cepat.
Berbicara dalam diskusi tentang kemunduran investasi pendidikan yang digelar oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC, pekan lalu, CEO Global Partnership for Education Laura Frigenti memaparkan hasil menarik dari kajian oleh Australia Institute for Economic and Peace.
Frigenti menjelaskan kajian itu meninjau ekonometrik korelasi antara investasi dan tahun-tahun stabilitas.
“Anda saksikan negara-negara yang melakukan investasi besar dalam pendidikan, saya beri contoh Finlandia, negara yang berada dalam situasi geo politik sangat sulit tetapi memutuskan pasca Perang Dunia Kedua untuk tetap melakukan investasi besar sehingga mereka menikmati kurun waktu stabilitas yang lama,” kata Frigenti.








