2 Anggota Pasukan Perdamaian asal Indonesia di Lebanon Terluka akibat Serangan Israel

  • Whatsapp
Markas misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Naqoura terkena tembakan Israel dan melukai 2 tentara Indonesia.

Sekitar 10 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB dari 50 negara beroperasi di Lebanon selatan untuk melaksanakan resolusi PBB 1701 menyusul perang tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menanggapinya dengan mengatakan: “Kami fokus pada upaya memerangi teroris Hizbullah. Dialog dan koordinasi kami dengan UNIFIL akan terus berlanjut di Lebanon selatan. Rekomendasi kami adalah UNIFIL pindah lima kilometer ke utara untuk menghindari bahaya karena pertempuran semakin intensif dan sementara situasi di sepanjang Garis Biru masih tidak stabil akibat agresi Hizbullah.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ia menambahkan, “Israel tidak ingin berada di Lebanon, tetapi akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengusir teroris Hizbullah dari perbatasan utaranya sehingga 70.000 penduduk kami, yang merupakan pengungsi di negara mereka sendiri, dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.”

Sementara itu, para pelayat berkumpul pada hari Kamis untuk menghadiri pemakaman seorang wanita Israel yang tewas, bersama pasangannya, dalam serangan roket yang ditembakkan dari Lebanon ke Israel utara pada hari sebelumnya.

Pemakaman berlangsung di kota Beersheba di Israel selatan.

Revital Yehud, pasangannya Dvir Sharit, dan tiga anjing mereka tewas pada hari Rabu di kota Kiryat Shmona ketika roket menghantam rumah mereka, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara kota tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *