WNI di Suriah Sambut 2025 dengan Penuh Optimisme

  • Whatsapp
Orang-orang menonton kembang api saat merayakan Tahun Baru di dekat Lapangan Umayyah di Damaskus, Suriah, Rabu dini hari 1 Januari 2025.
Fitria Herdiani (dok. pribadi)
Fitria Herdiani (dok. pribadi)

Hi guys, kita mau ke Christmas market. Ini kayak pasar malam ya?,” jelasnya.

Sebentar lagi, Fitria akan mengajak anak-anaknya menikmati suara ledakan kegembiraan, kembang api yang menyambut tahun baru. Ia mengaku kini merasa telah kembali ke kehidupan normal.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Diaspora Indonesia lain di Damaskus, Muklas Hamdi Rais yang sudah bermukim di Suriah sejak 2011, mengungkapkan harapan situasi yang semakin membaik. Ia optimistis masa depan Suriah lebih baik. Dan sikap itu ia dapatkan dari teman-teman dan ulama yang dekat dengannya.

“Ketika kita minta apa tanggapan mereka tentang tentara atau penguasa baru, mereka beranggapan, Insya Allah Suriah akan menghadapi hari-hari yang lebih baik,” harapnya.Apa yang membuat mereka begitu optimistis? Pertama, kata Muklas, ada gerakan dari masyarakat. Semua menyadari perlunya bekerja sama untuk membangun negara. Kedua, militer yang berkuasa sudah menegaskan bahwa tidak ada yang boleh mengungkit kesalahan masa lalu. Ayo, kita sama-sama dan saling bantu untuk membangun Suriah.

Habibi menambahkan apa yang ia cermati dari lingkungannya. “Orang-orang lebih bahagia kelihatannya dengan keadaan yang sekarang. Mereka kayak baru menunjukkan aslinya. Dan mereka, yang saya lihat, lebih welcome dengan pemerintahan sekarang.”

Karena pemerintah, kata Habibi mengutip pendapat teman yang orang Suriah, lebih mendengar rakyatnya. “Ketika ada sesuatu, mereka mendengar. Intinya mungkin nantinya demokrasinya lebih kerasa, but we never know, tapi orang-orang bilangnya gitu sih.”

Sementara ini, perginya Assad dan datangnya pemerintahan baru memungkinkan orang-orang di Suriah, termasuk Habibi, Fitria dan Muklas, menutup 2024 dan optimistis menyambut 2025. [Red]#VOA