Yang jelas, kata Habibi, ia bangga berada di Suriah ketika negara itu mencatat sejarah. Berencana melanjutkan pendidikan dalam ilmu politik, ia merasa pengalaman di Damaskus, adalah bekal.
“Aku bangga banget bisa jadi bagian, maksudnya ada di sini pas lagi keadaan seperti ini. Keadaan yang mungkin bisa salah satu sejarah lah ya, terukir gitu kan. Aku rasa ini pengalaman mahal banget nih. Bangga ada di sini, melihat langsung seperti apa sih transisi (pemerintahan).”
Kantor berita AFP, Senin, melaporkan kafé-kafé di sana kembali ‘hidup’. Diskusi terbuka kembali terdengar, bahkan topik politik. Seorang pemilik kafé menggambarkan kontrasnya situasi semasa rejim Assad dan sekarang dengan “bagaikan malam dan siang”.
Di salah satu kafé, Nisrin Shouban, yang sehari-hari berprofesi agen real estat juga mencermati bebasnya orang kini berpendapat. Dulu, kata Shouban, “Kami tidak dapat berbicara tentang apa pun, baik di kafe maupun di tempat lain, karena takut agen intelijen mungkin menguping melalui telepon kami, meskipun telepon kami dimatikan. Situasi sekarang jauh lebih baik,” paparnya.
Shouban bertekad mempertahankan kebebasan itu sampai kapan pun karena sekarang, “kami tidak takut lagi,” cetusnya.
“Bahkan jika al-Jolani melakukan kesalahan, kami akan mencela dan menentangnya. Kami tidak akan tinggal diam lagi sekarang. Ke depannya, kami juga tidak akan tinggal diam lagi, bahkan dalam seratus tahun,” cetusnya.
Al-Jolani yang dikatakan Shouban adalah Ahmed al-Sharaa, pemimpin baru Suriah. Ia lebih dikenal dengan nama samaran Abu Mohammad al-Jolani.
Tidak lagi merasa takut juga dialami Fitria Herdiani, yang sudah delapan tahun bermukim di Damaskus. Ibu dua anak Balita ini mengaku sempat ketakutan dan terus mendekam di rumah setelah Assad digulingkan. Kepada anak-anak yang menangis ketakutan, ia hibur dengan…, “Enggak apa apa. Oke. Ini kembang api karena mau new year. Jangan takut.”
Baru beberapa hari ini Fitria berani keluar bersama suami yang orang Suriah. Bersama keluarga dan teman, juga warga Indonesia, ia menikmati pasar malam yang digelar untuk menyambut Natal. Dalam rekaman video yang dibagikan kepada VOA, ia tampak ceria.









