Salah satu daya tarik utama adalah sistem pembayaran yang berbeda. Pengunjung tidak menggunakan rupiah atau kartu elektronik, melainkan koin kayu dengan nilai tukar Rp 2.000 per keping. Koin ini menjadi alat transaksi sah di dalam pasar, menghadirkan pengalaman unik sekaligus edukasi tentang sistem ekonomi tradisional yang sarat makna.
Para pedagang menyambut pengunjung dengan senyum hangat, mengenakan kebaya dan kain batik khas desa. Sajian kuliner disuguhkan menggunakan alas daun pisang atau daun jati, sementara minuman dituang dalam wadah bambu. Semua ini bukan sekadar estetika, melainkan komitmen nyata masyarakat Sendangduwur dalam menjaga lingkungan dengan cara-cara tradisional.








