“Serangan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan ini terjadi di tengah semakin ketatnya pembatasan akses bagi WHO dan mitra, serta berulangnya serangan di atau sekitar fasilitas tersebut sejak awal Oktober,” ujar WHO.
“Permusuhan dan serangan tersebut menghancurkan seluruh upaya dan dukungan kami untuk menjaga fasilitas itu tetap beroperasi, meski secara minimal. Penghancuran sistematis sistem kesehatan di Gaza adalah vonis mati bagi puluhan ribu warga Palestina yang membutuhkan layanan medis.”
Hamas membantah berada di rumah sakit tersebut dan menuduh pasukan Israel menyerbu fasilitas itu pada Jumat.
“Kami dengan tegas membantah adanya aktivitas militer atau perlawanan di rumah sakit,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.
“Kebohongan musuh tentang rumah sakit ini bertujuan untuk membenarkan kejahatan keji yang dilakukan oleh tentara pendudukan hari ini, yang melibatkan evakuasi dan pembakaran semua departemen rumah sakit sebagai bagian dari rencana pemusnahan dan pemindahan paksa.”
Hamas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk komite investigasi “untuk memeriksa skala kejahatan yang dilakukan di Gaza utara”.
Departemen Bedah Hangus
Kementerian kesehatan di wilayah yang dikelola Hamas, mengutip direktur rumah sakit Hossam Abu Safiyeh, menyatakan bahwa militer “membumihanguskan semua departemen bedah rumah sakit”.
Abu Safiyeh menyebutkan bahwa militer juga sudah “mengevakuasi seluruh staf medis dan mengungsikan pasien-pasien”.
“Ada banyak korban luka di antara tim medis,” katanya.









