WHO: Fasilitas Kesehatan Utama di Gaza Utara Lumpuh Total

  • Whatsapp
Sebuah tempat tidur rusak di dalam rumah sakit Kamal Adwan, selama operasi militer Israel yang sedang berlangsung, di tengah konflik Israel-Hamas, di Beit Lahiya, di Jalur Gaza utara, 18 Desember 2024. (Foto: Reuters)

“Serangan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan ini terjadi di tengah semakin ketatnya pembatasan akses bagi WHO dan mitra, serta berulangnya serangan di atau sekitar fasilitas tersebut sejak awal Oktober,” ujar WHO.

Para korban dirawat di dalam rumah sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya di Jalur Gaza utara, menyusul serangan Israel di sekitar kompleks medis tersebut pada 6 Desember 2024. (Foto: AFP)
Para korban dirawat di dalam rumah sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya di Jalur Gaza utara, menyusul serangan Israel di sekitar kompleks medis tersebut pada 6 Desember 2024. (Foto: AFP)

“Permusuhan dan serangan tersebut menghancurkan seluruh upaya dan dukungan kami untuk menjaga fasilitas itu tetap beroperasi, meski secara minimal. Penghancuran sistematis sistem kesehatan di Gaza adalah vonis mati bagi puluhan ribu warga Palestina yang membutuhkan layanan medis.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hamas membantah berada di rumah sakit tersebut dan menuduh pasukan Israel menyerbu fasilitas itu pada Jumat.

“Kami dengan tegas membantah adanya aktivitas militer atau perlawanan di rumah sakit,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

“Kebohongan musuh tentang rumah sakit ini bertujuan untuk membenarkan kejahatan keji yang dilakukan oleh tentara pendudukan hari ini, yang melibatkan evakuasi dan pembakaran semua departemen rumah sakit sebagai bagian dari rencana pemusnahan dan pemindahan paksa.”

Hamas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk komite investigasi “untuk memeriksa skala kejahatan yang dilakukan di Gaza utara”.

Departemen Bedah Hangus

Kementerian kesehatan di wilayah yang dikelola Hamas, mengutip direktur rumah sakit Hossam Abu Safiyeh, menyatakan bahwa militer “membumihanguskan semua departemen bedah rumah sakit”.

Abu Safiyeh menyebutkan bahwa militer juga sudah “mengevakuasi seluruh staf medis dan mengungsikan pasien-pasien”.

“Ada banyak korban luka di antara tim medis,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *