Hal Senada dengan juga datang dari Kades Kalen Eko Wahyudi, jika Aroma seperti ini sudah cukup lama di hirup warganya bahkan bukan cuman warga RT.01 Tapi warga Desa Kalen dan masyarakat yang melintas juga mencium bau busuk yang bersumber dari Gudang penampungan Limbah cair itu. Beberapa hari tang lalu selain warga juga ada surat protes dan keberatan yang datang dari Lembaga sekolah yang berada di sebelah Gudang, juga memberikan protes keras melalui desa.
“Saya tidak bisa mencegah waqrga saya terkait penutupan jalan akses ke Gudang milik PT. Miwon dan saya sudah memberi tahu dan koordinasi dengan pihak PT. Miwon sebelumnya tapi tidak ada tindakan sampai hari ini,” Jelas Eko pada Media.
Surat protes keras yang ditanda tangani oleh warga juga surat protes keras dari Lembaga Pendidikan SMP Muhamadiyah 13 merupakan bukti bahwa ambang kesabaran warga sudah tak dapat dibeli dengan hanya kompensasi semata. Akan tetapi warga berharap jika ada etikad baik dari pemilik Gudang dengan adanya kegiatan diwilayah Desa kalen utamanya tidak mengganggu masyarakat dan mengantong perijinan prinsip karena jika terjadi permasalahan. Selain itu juga warga merasakan Peranan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap tingkat pembangunan desa, hal ini warga Desa Kalen juga akan senantiasa mendorong terhadap Pemeritah Desa untuk berjuang memperoleh kewajiban semua perusahaan yang ada di wilayahnya. [Sat/J2]








