Penetapan inpres yang bertepatan dengan Hari Olahraga Perempuan dan Anak Perempuan Nasional itu merupakan tindakan terbaru dari serangkaian tindakan eksekutif presiden dari Partai Republik itu yang menyasar kaum transgender.
Rincian aturan
Inpres itu mengatur dengan rinci, misalnya kewenangan Departemen Pendidikan untuk menjatuhkan sanksi terhadap sekolah-sekolah yang memperbolehkan atlet transgender berkompetisi, dengan alasan ketidakpatuhan terhadap Title IX, yang melarang diskriminasi seksual di sekolah. Sekolah mana pun yang ditemukan melanggar berpotensi tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pendanaan federal.
Menegakkan perintah Trump akan menjadi prioritas Departemen Pendidikan. Menurut orang-orang yang berbicara dengan syarat anonim kepada Associated Press karena takut menerima tindakan pembalasan, dalam pembicaraan telepon minggu ini, penjabat direktur Kantor Hak Sipil mengatakan kepada staf bahwa mereka perlu menyelaraskan penyelidikan dengan prioritas Trump.
Sejak Trump menjabat, departemen itu telah membuka penyelidikan terhadap sekolah-sekolah negeri di Denver mengenai kamar mandi semua gender yang menggantikan kamar mandi anak perempuan, dan menyisakan satu kamar mandi khusus untuk anak laki-laki.
Trump juga mengeluarkan peringatan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjelang Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles. Presiden mengatakan telah memberi wewenang kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk menjelaskan kepada IOC bahwa “Amerika dengan tegas menolak kegilaan transgender. Kami ingin mereka mengubah segala sesuatu yang berkaitan dengan Olimpiade dan yang berkaitan dengan topik yang benar-benar konyol ini.”
IOC telah menyerahkan kepada federasi internasional untuk setiap cabang olahraga terkait urusan tersebut.
Namun hal itu bisa berubah ketika presiden IOC baru menggantikan Thomas Bach yang pensiun. Mantan bintang atletik Sebastian Coe, yang sekarang menjadi pemimpin Atletik Dunia, termasuk di antara kandidat yang akan mengikuti pemilihan pada bulan Maret.









