“Saya sangat mendukung dan memohon restu, serta dawuh-dawuh beliau Kyai sesepuh untuk tegas menolak keras, beliau menolak, kami lebih menolak rencana pembangunan TPA dengan syarat apapun jika memaksakan berarti ngajak perang dengan masyarakat desa Purana,” tegasnya.
Lanjut haji Muslim menjelaskan bahwa ia siap menunggu petunjuk-petunjuk dan arahan dari sesepuh bagaimana cara berjuang dan lobi melobi saya tergantung beliau saya hanya pelaksana saja.
“Mari semua pemuda, tokoh masyarakat kita mengayu bagyo menolak keras dengan rencana pembangunan TPA.” Tegasnya.
Bersamaan dengan penolakan warga, pihak Pemda pun berganti ganti mulai dari Camat, Kepala dinas ataupun juru rundingnya berusaha melobi salah satu tokoh ulama yang dipandang sebagai kunci atau yang dipercaya masyarakat.
Akan tetapi tokoh yang dimaksud Kyai Muhamad Nur Fuad masih tetap istiqomah dalam memperjuangkan aspirasi warga masyarakat desa Purana. [SIS]








