Tokoh Masyarakat, Pemuka Agama dan Para Kyai Desa Purana Bersatu Tolak Pembangunan TPA

  • Whatsapp

Menurut sesepuh, pihaknya tidak pernah diajak berembug baik dari pihak pemerintah desa maupun pemerintah daerah, sehingga ia kaget akan dibangunnya TPA tersebut.

“Kula mboten nate diajak rembug kale pak Lurah, nanging umpami diajak rembugpun kulo ugi mboten setuju (Saya gak pernah di ajak rembug oleh pemerintah desa tetapi apabila diajak diskusipun saya tidak setuju) kalau tidak percaya bisa tanya pak Lurah,” Kilahnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ia terganjal hatinya tetapi ia hanya bisa berdoa kepada Allah supaya Purana tidak terjadi pembangunan TPA menurutnya pembangunan TPA akan menimbulkan masalah bagi kesehatan anak cucu kita dan generasi penerus desa Purana.

“Kenapa pemerintah daerah, atasan kita sistemnya kok seperti itu caranya ya, saya sendiri kurang tau apakah itu dari dewan apakah dari mana saya juga tidak tahu karena tiba-tiba eh mau dibangun,” keluhnya.

Berdasarkan pengalaman ataupun perbandingan, Kyai Sepuh menyampaikan terkait dengan pengelolaan sampah “Saya mengambil pelajaran dari yang sudah-sudah seperti pegongsoran yang mana disitupun tidak pernah terjadi, sekalipun diberi kompensasi. Saya memohon kepada Bupati Pemalang untuk membatalkan rencana pembangunan TPA tersebut ,” harapnya.

Senada dengan haji Muslim Rosadi selaku tokoh masyarakat desa Purana mengatakan bahwa dirinya tetap kekeh dengan pendiriannya untuk menolak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *