TNI Kirim 900 Payung Udara untuk Salurkan Bantuan ke Gaza

  • Whatsapp
TNI menggunakan Pesawat Hercules C-130 mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada Palestina pada Jumat (29/3) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (VOA)

“Kita belum tahu (efektif atau tidak), yang jelas Israel sekarang sudah mengalami mentality isolated, hampir semua negara tidak bisa menerima perlakukan Israel yang melakukan genosida di Gaza, itu bukan perang, itu pembantaian,” tuturnya.

Sementara itu, Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Agung Nurwijoyo mengatakan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza dengan metode airdrop ini menggambarkan adanya kegentingan dalam pemberian bantuan, karena pemberian bantuan lewat jalur darat sulit untuk dilakukan.

“Airdrop itu menjadi satu hal yang untuk kondisi sekarang mungkin menjadi salah satu opsi rasional yang bisa dilakukan untuk memberikan bantuan bagi rakyat Gaza. Dan juga sangat logis untuk kemudian memilih mitranya adalah Yordania, karena Yordania pun adalah salah satu aktor yang sudah tahu secara teknis di lapangan, sudah paham, bahkan di bawahnya langsung Raja Abdullah pernah mengirimkan secara langsung bantuan via udara,” ungkap Agung.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam perjalanannya, Pesawat Hercules TNI-AU yang membawa bantuan kemanusiaan ke Palestina akan menempuh waktu selama 10 hari perjalanan pergi pulang yang melalui sejumlah negara transit seperti Myanmar, India dan UEA. (VOA)
Dalam perjalanannya, Pesawat Hercules TNI-AU yang membawa bantuan kemanusiaan ke Palestina akan menempuh waktu selama 10 hari perjalanan pergi pulang yang melalui sejumlah negara transit seperti Myanmar, India dan UEA. (VOA)

Merespons adanya resolusi dari DK PBB, Agung pun menyebut bahwa hal ini merupakan suatu kemajuan yang luar biasa. Namun, menurutnya, hal yang harus diwujudkan ke depannya adalah upaya multilateral secara konsisten dalam konteks untuk peredaan genosida yang terjadi di Gaza.

“Namun juga tetap harus bersinergi dengan upaya perdamaian lain yang sifatnya menurut saya dalam derajat tertentu punya tingkat keberhasilan yang kemungkinan jauh lebih besar yaitu melalui mediasi antara aktor-aktor yang memang sudah berperan setidaknya semenjak bulan Oktober,” jelasnya.

“Ada dua usaha dari Qatar yang akhirnya dulu jadi ada jeda kemanusiaan selama satu pekan, dan lewat bantuan Mesir meskipun ada problem mempertemukan kedua belah pihak. Tapi memang upaya-upaya lewat jalan seperti itu lewat aktor yang bermain di lapangan, dalam hal ini aktor regional, di tambah dengan dorongan tetap Amerika di dalamnya. Itu tetap menjadi satu kunci dalam upaya meredakan kekerasan di Gaza,” pungkasnya. [Red]#VOA