Tiga Perempuan Bersaing Jadi Gubernur di Pilkada Jatim

  • Whatsapp
Para pemilih mencoblos dalam pemungutan suara ulang di Surabaya pada 24 Februari 2024, setelah masalah logistik di sekitar sepuluh TPS saat pilpres dan pileg 14 Februari. (Foto: Juni Kriswanto/AFP)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat tumpukan sampah kertas impor dari negara-negara di Eropa, di lokasi penimbunan milik pabrik kertas Pakerin di Kabupaten Mojokerto, 19 Juni 2019. (Foto: Petrus Riski/VOA)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat tumpukan sampah kertas impor dari negara-negara di Eropa, di lokasi penimbunan milik pabrik kertas Pakerin di Kabupaten Mojokerto, 19 Juni 2019. (Foto: Petrus Riski/VOA)

Penguasaan wilayah di Jawa Timur yang sangat beragam dan kompleks, kata Abdussalam, harus disadari dan mampu dioptimalkan oleh para kandidat yang bertarung, karena gambaran pilihan politik warga di tingkat bawah tidak selalu sama dengan tingkat keterpilihan calon.

Modal dikenal atau popularitas, katanya, masih menjadi salah satu faktor penting untuk memenangkan kontestasi, selain strategi pendekatan kampanye. Calon petahana, kata Surokim, masih diunggulkan selama tidak ada hal mendasar yang dapat menggerogoti suaranya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Dan untuk menguasai Jawa Timur dibutuhkan kekuatan tidak hanya kuat di wilayah urban, tetapi juga harus kuat di wilayah rural area. Jika dilihat dari peta wilayah, tidak hanya boleh kuat di wilayah Arek, tetapi juga harus kuat di wilayah Mataraman, di wilayah Pandalungan, di wilayah Madura, dan di wilayah pantai utara,” katanya. [Red]#VOA