Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80 di Polsek Pesantren, Kapolsek Tekankan Makna Pengabdian dan Kebersamaan

  • Whatsapp

Menurutnya, penghormatan kepada anggota yang purna tugas merupakan bentuk penghargaan institusi terhadap mereka yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

“Tradisi seperti ini penting untuk terus dirawat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah organisasi yang menghargai pengabdian. Mereka yang telah menyelesaikan masa tugas tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri. Silaturahmi tidak berhenti ketika masa dinas berakhir,” katanya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di saat yang sama, kebahagiaan juga hadir melalui kenaikan pangkat yang diterima Aiptu Sulaiman. Bagi sebagian orang, kenaikan pangkat mungkin hanya terlihat sebagai perubahan tanda kepangkatan di pundak. Namun bagi anggota Polri, kenaikan pangkat adalah simbol kepercayaan dan amanah yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas pengabdian.

Perwira dengan satu melati emas di pundaknya ini menegaskan bahwa setiap kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Kenaikan pangkat adalah penghargaan dari negara atas dedikasi dan kinerja anggota. Namun yang lebih penting, kenaikan pangkat harus dimaknai sebagai bertambahnya tanggung jawab. Semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula tuntutan untuk memberikan keteladanan, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polsek Pesantren untuk terus bekerja dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Dalam refleksi Hari Bhayangkara ke-80, Kapolsek Pesantren juga mengajak seluruh anggota menjadikan momentum tersebut sebagai penguat komitmen dalam menghadirkan Polri yang semakin profesional, modern, dan humanis.

Menurut dia, tantangan tugas kepolisian ke depan tidak semakin ringan. Oleh karena itu, jelasnya, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pelayanan yang cepat, responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *