Tarif Baru untuk Kanada-Meksiko-China, Dampak Ekonomi bagi Warga AS dan Potensi Implikasi pada Indonesia

  • Whatsapp
Sayuran segar, yang sebagian besar diimpor dari Meksiko, sudah mengalami kenaikan harga, bahkan sebelum tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat pada produk impor mulai berlaku. [Foto: Tomas Guevara/VOA]

Langkah Strategis

Muhammad Habib di CSIS menyerukan empat langkah strategis untuk mengantisipasi dampak kebijakan tarif baru Amerika Serikat pada Kanada, Meksiko dan China.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Pertama, kita identifikasi terlebih dahulu produk apa yang bisa ditingkatkan pembeliannya (diimpor) dari Amerika Serikat. Kedua, jika tidak banyak produk yang bisa diimpor, mungkin kitab isa memobilisasi sektor swasta di Indonesia untuk investasi di Amerika Serikat karena pastinya akan banyak peraturan yang dideregulasi oleh Trump, termasuk pengurangan pajak atau fasilitas lain, untuk menarik investor dari luar Amerika Serikat. Ketiga, kerjasama dengan Amerika Serikat di bawah Trump sekarang ini memiliki pakem bahwa setiap uang atau fasilitas yang diberikan Amerika Serikat, akan membuat negara itu lebih aman, lebih sejahtera dan lebih kuat,” jelasnya.

“Nah bagaimana caranya agar setiap kerjasama yang dibuat dengan Amerika Serikat itu ‘dibungkus’ dengan frame bahwa hal itu juga akan menguntungkan Amerika Serikat, bukan sekadar pemberian bantuan cuma-cuma dari Amerika Serikat. Keempat, kita mendiversifikasi pasar produk Indonesia, tidak hanya terpaku pada Amerika Serikat tetapi juga ke negara maju lain yang selama ini kurang jadi prioritas, seperti negara-negara anggota G7, BRICS, atau Uni Eropa. Kita jangan melakukan diversifikasi pasar yang random, tapi tetapi ke negara-negara maju yang jumlah kelas menengahnya setara atau bahkan lebih besar dari Amerika Serikat,” imbuh Muhmmad Habib.

Kanada Lancarkan Pembalasan, Meksiko Memantau Situasi “dengan Kepala Dingin”

Menanggapi pemberlakuan kenaikan tarif ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau,Minggu (2/2) menyampaikan tindakan balasan dengan memberlakukan tarif 25 persen pada seluruh impor Amerika Serikat senilai US$155 miliar. Bahkan bea masuk bagi produk alkohol dan buah-buahan Amerika Serikat senilai US$39 miliar akan mulai diberlakukan pada hari Selasa (4/2).

Sementara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan akan melihat perkembangan situasi “dengan kepala dingin,” sambil mempersiapkan beberapa alternatif solusi.

Melihat tindakan balasan Kanada itu, Muhammad Habib di CSIS menilai ini saatnya mengamati dengan seksama dampak perang dagang itu terhadap situasi politik dan ekonomi Amerika Serikat.

“Karena jika berdampak signifikan dan menimbulkan gejolak, bukan tidak mungkin pemerintah Trump akan terpaksa meninjau kembali kebijakan tarif itu. Bisa saja ia tetap melanjutkan, menghentikan atau bahkan mengalihkan ke negara lain yang juga memiliki defisit perdagangan dengan Amerika Serikat, meskipun tidak sebesar Kanada dan Meksiko,” sebutnya.

Trump: “Warga Amerika Serikat Mungkin akan Sedikit Merasakan Dampak Perang Dagang”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (2/2) mengatakan warga Amerika Serikat mungkin akan “sedikit merasakan” dampak perang dagang yang dipicu oleh pemberlakuan tarif terhadap Kanada, Meksiko dan China. Ia mengklaim tanpa surplus perdagangan dengan Amerika Serikat, Kanada akan “hilang.”

“APAKAH AKAN ADA RASA SAKIT? YA, MUNGKIN (DAN MUNGKIN JUGA TIDAK!),” Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial. “TAPI KITA AKAN MEMBUAT AMERIKA HEBAT LAGI, DAN ITU SEMUA AKAN SEPADAN DENGAN HARGA YANG HARUS DIBAYAR.”

ILUSTRASI - Bendera Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat dikibarkan di dekat Jembatan Ambassador di Detroit, Senin, 3 Februari 2025. (Paul Sancya/AP)
ILUSTRASI – Bendera Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat dikibarkan di dekat Jembatan Ambassador di Detroit, Senin, 3 Februari 2025. (Paul Sancya/AP)

Pemerintah Trump belum mengatakan seberapa besar potensi kenaikan harga atau perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk menghentikan arus imigrasi ilegal dan penyelundupan fentanil supaya tarif yang diberlakukan Trump dengan justifikasi hukum adanya kedaruratan ekonomi dapat dihapus. Tarif baru tersebut akan diberlakukan mulai hari Selasa (3/2).

Data dari Gedung Putih menunjukkan meskipun sektor perdagangan menyumbang 67 persen pada PDB Kanada, 73 persen pada PDB Meksiko, dan 37 persen pada PDB China; sektor perdagangan hanya menyumbang 24 persen pada PDB Amerika Serikat. Defisit perdagangan barang Amerika Serikat pada tahun 2023 bahkan mencapai yang terbesar di dunia, yaitu lebih dari satu triliun dolar. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *