Inge sendiri mengaku menyesal dan menyebut tindakannya dipicu emosi sesaat saat berkendara. “Saya khilaf, spontan karena tersulut emosi. Saya khawatir anak saya di mobil ketakutan,” ungkapnya.
Kasus ini bermula dari insiden di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Selasa (14/4) sore. Saat itu, Inge yang mengemudikan mobil merasa tersinggung karena motornya Lutvia memotong jalur. Emosi memuncak hingga Inge memaki, menoyor kepala anak Lutvia yang masih SD, memukul helm, menginjak kaki, dan mencolok mata kanan korban.








